Sehubungan dengan hal tersebut, tidak semua pemain Jepang yang hijrah ke Eropa mengalami kesuksesan. Tidak sedikit pula yang gagal menembus ketatnya persaingan di tim-tim Eropa.
Berikut empat nama pemain Jepang yang gagal bersinar dalam petualangan mereka di Eropa.
4. Michihiro Yasuda - Vittese Arnhem
Memulai karirnya di Gamba Osaka, Michiro Yasuda merupakan salah satu full back terbaik yang dimiliki oleh jepang pada pertengahan tahun 2000-an. Setelah berhasil mempersembahkan enam gelar bagi Gamba Osaka selama periode 2007 hingga 2009, termasuk satu gelar AFC Champions League 2008, namanya pun mencuat di level internasional.
Pada musim 2011/12, dirinya menerima pinangan dari klub papan tengah Eredevise Belanda, Vitesse Arnhem dengan biaya 1 juta pound. Namun kendati berbakat, karirnya justru meredup di Arnhem. Dirinya tidak pernah mampu mematenkan posisinya di tim inti, dan hanya tampil sebagai starter sebanyak 21 kali selama dua musim.
Yasuda bertahan di Arnhem hingga akhir musim 2012/13 sebelum memutuskan untuk kembali ke Jepang bersama klub J-League, Jubilo Iwata.
3. Mitsuru Maruoka - Borussia Dortmund
Pemain belia asal Jepang ini sempat digadang-gadang sebagai bintang masa depan Timnas Jepang sekaligus penerus dari Shinji Kagawa. Produk akademi Cerezo Osaka ini kemudian menjajal peruntungannya di klub yang juga dibela oleh Shinji Kagawa, Borussia Dortmund, dengan status pinjaman pada tahun 2014.
Kendati membawa ekspektasi tinggi, Maruoka hanya tampil sekali bersama tim senior, selebihnya dirinya menghabiskan musim 2014/15 bersama tim Borussia Dortmund II. Kendati mencatatkan 39 penampilan, dirinya hanya menjadi starter sebanyak sembilan kali.
Maruoka pun kembali ke Cerzeo Osaka pada bulan Januari 2016 setelah masa peminjamam yang kurang bersinar di Jerman.
2. Takashi Usami - Bayern Munchen
Memulai karirnya di klub J-League, Gamba Osaka, Takashi Usami menyita perhatian dunia kala dirinya memenangkan gelar pemain muda terbaik di J-League tahun 2010. Serangkaian perfroma impresifnya di Jepang membuat dirinya mendapatkan tawaran untuk bermain di Eropa bersama Bayern Munchen.
Sayangnya, Usami nampak belum siap untuk bergabung dengan klub papan atas Eropa. Dengan persaingan yang sangat ketat di tim senior Bayern, Usami hanya berhasil mencatatkan tiga penampilan sebagai pemain pengganti bagi Bayern sepanjang musim 2012/13. Salah satunya kala dirinya mencetak gol di laga DFB-Pokal melawan Ingolstadt 04.
Usami menghabiskan sebagian besar musim tersebut di tim Bayern Munchen II dimana dia menorehkan enam gol dari 18 penampilan.
Gagal di Bayern Munchen, dirinya mencoba peruntungan dengan dipinjamkan ke TSG Hoffenheim. Kendati cukup sukses dengan tampil sebanyak 16 kali di musim 2012/13, Hoffenheim tidak cukup yakin dengan kualitas sang pemain dan memilih untuk mengembalikannya ke Gamba Osaka di akhir musim 2012/13.
Musim 2016/17, Usami akan kembali ke Bundesliga bersama FC Augsburg.
1. Ryo Miyaichi - Arsenal
Menjadi pemain reguler di liga junior Jepang bersama Chukyodai Chukyo High School, bakat Miyaichi menarik minat Arsenal yang kemudian memboyongnya bulan Januari 2011 ke Emirates Stadium.
Namun dirinya tidak pernah mampu menembus tim inti Arsenal meskipun mendapatkan berbagai pujian dari Arsene Wenger. Miyaichi dipinjamkan ke berbagai klub selama periode 2011 hingga 2015 di antaranya Feyenoord, Bolton Wanderers, Wigan Athletic, dan FC Twente.
Sekembalinya dari masa peminjaman yang tidak sukses bersama FC Twente, manajemen Arsenal memutuskan untuk memasukkan Miayichi ke dalam daftar jual klub. Semenjak musim 2015/16, dirinya dibeli oleh FC St. Pauli dan berlaga di Bundesliga 2.




