4 Dampak Buruk dari Konten Pornografi -->

Header Menu

-

-

4 Dampak Buruk dari Konten Pornografi

11/01/17


Setiap orang memiliki gejolak gairahnya masing-masing, terutama kaum pria. Seiring dengan bertambahnya usia serta pertumbuhan tubuh yang termasuk bagian reproduksi di dalamnya, maka seorang pria akan memasuki fase puncak peningkatan hormon. Sebagian dari hormon tersebut mengakibatkan dorongan seksual yang tidak tertahankan. Dan untuk mengatasi tekanan tersebut, remaja laki-laki yang sedang berada di tahap pertumbuhan akan menyalurkan gairahnya. Banyak cara dilakukan oleh mereka, salah satunya adalah mengonsumsi konten pornografi seperti JAV.

JAV adalah singkatan dari Japanese Adult Video. Yakni sebuah kanal dari AV (Adult Video) yang diproduksi di Jepang. JAV lebih dikenal publik daripada kanal AV produksi negara lain, seperti Cina, Korea, dan Amerika. Pasalnya, Jepang merupakan negara ‘rumah produksi’ paling terdepan bagi konten pornografi. Di sana banyak ditemukan tempat-tempat untuk melakukan kegiatan seksual, penyewaan jasa untuk kepuasan batin, dan hal-hal yang masih tabu di Indonesia. Nah, perlu sobat sekalian ketahui, JAV juga menempati urutan teratas situs porno yang sering dikunjungi oleh masyarakat Indonesia.

Sebuah fakta yang ironis bahwa banyak dari masyarakat Indonesia yang kecanduan nonton JAV. Padahal, berdasarkan disiplin ilmu medis dan psikologi, terlalu sering menonton video porno dapat mengakibatkan banyak akibat buruk. Yuk, disimak selengkapnya di bawah ini.

1. Boros Uang, Pulsa, dan Kuota Internet

Yup, inilah dampak jelek yang pertama dan benar-benar merugikan sobat, Karena bagi yang kecanduan nonton ‘Blue Film’, apa pun akan dikorbankan demi bisa menuntaskan hasratnya. Termasuk mengorbankan uang, pulsa, dan kuota internet. Sobat tentu bisa dipastikan jadi pribadi yang boros dalam ketiga hal di atas.

Bagaimana tidak? kenyataannya sobat akan mempergunakan uang untuk membeli benda-benda yang berkaitan dengan konten seksual. Selanjutnya pulsa dipakai untuk menghubungi jasa telepon seks. Kemudian, yang biasa para pria lakukan di kamarnya bersama ponsel pintar atau laptop/komputernya, mengunduh dan streaming video JAV.

Jika ada pertanyaan begini, “Apa yang lebih cepat dari kilat dalam menguras kantongmu?”, jawabannya, “Langganan video JAV”. Maka saatnya untuk kamu mengurangi kegiatan kurang bermanfaat satu ini, hingga akhirnya bisa meninggalkan sepenuhnya.


2. Mubazir Waktu

Sobat yang kecanduan nonton JAV dan Adult Video lainnya, tentu selalu tergoda untuk menontonnya lagi, lagi, dan lagi. Setelah selesai satu video, maka kamu akan menyetel video satunya. Selesai, dicari yang belum ditonton, diunduh atau streaming, habis durasi, dicari kemudian yang belum ditonton.

Baca Juga : [HEBOH] Inilah Foto Miyabi Datang ke Bali Setelah Lama Menghilang

Yah, memang begitulah dampak nonton video porno yang kedua. Setelah boros uang, pulsa, dan kuota internet, minna-san akan memubazirkan waktu dengan rasa tanpa bersalah. Padahal, waktu bisa memenggal kepala minna-san, lho. Deadline tugas akan semakin dekat, pekerjaan terbengkalai, atau hal-hal yang kita ingin pelajari pun tidak pernah tercapai. Itu dikarenakan kita sibuk melakukan hal tidak terlalu penting!

3. Mudah Lelah

Sobat bisa membedakan dengan baik mana remaja laki-laki yang suka menonton video porno dan mana yang tidak. Hal tersebut terlihat jelas dari daya tahan fisiknya. Seseorang yang acap kali melakukan aktivitas seksual bisa dipastikan lebih cepat merada lelah ketimbang yang tidak terlalu sering. Itu dikarenakan proses menjelang orgasme mengakibatkan banyak protein dan berbagai zat kimia dari dalam tubuh terkuras keluar. Butuh waktu untuk menyuplai kembali zat-zat tersebut. Selain itu, masturbasi juga menghabiskan energi seseorang setara dengan lari memutari lapangan bola sebanyak 3 - 10 kali putaran. Tergantung rentang waktu yang dipakai.

4. Melakukan Tindak Asusila

Yang keempat ini adalah dampak paling buruk dari nonton JAV serta telah mencapai tahap mengkhawatirkan! Bagaimana bisa dari kecanduan Japanese Adult Video, berubah jadi tindakan kriminalitas seperti asusila? Tentu saja bisa! Seperti yang dijelaskan di atas, orang-orang yang kecanduan video porno besar kemungkinan akan berakhir dengan masturbasi.

Terlalu sering melakukan aktivitas seksual seperti masturbasi bisa membuat pikiran seseorang sensitif terkait konten pornografi. Selain itu, rasa malu juga akan berkurang dan lebih mudah terangsang. Maka, fakta bahwa seseorang yang kecanduan konten pornografi akan melakukan tindakan asusila memang tidak bisa dibantah.

Nah, begitulah 4 dampak buruk dari konsumsi berlebihan terhadap konten pornografi. Kita semua sebaiknya mengurangi segala hal terkait kegiatan seksual, agar terhindar dari dampak-dampak buruk di atas.